Selasa, 17 Oktober 2017

Pemuda PUI Dilatih Jadi Pemimpin Berkualitas

Ingin mencetak kader dakwah yang berkualitas, ratusan Pemuda Persatuan Ummat Islam (PUI) Kabupaten Bogor, segera dilatih untuk menjadi pemimpin. Pelatihan kepemimpinan atau biasa disebut trainning Intisab ini akan dilaksanakan, Sabtu (5/3) di SDIT PUI Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor. Mereka akan dibekali ilmu yang mumpuni sebelum terjun ke masyarakat.
"Pelatihan ini untuk mencetak kader terbina dan mandiri atau ‘Katam’," kata Ketua DPD PUI Kabupaten Bogor Samsi Akbar Aflah, Jumat (4/3)

Menurut Samsi, saat ini PUI menargetkan bisa menjaring 2.000 kader Pemuda PUI Kabupaten Bogor. Nantinya, kader Pemuda PUI ini akan dilatih dan dididik untuk menjadi seorang yang mandiri.
"Kabupaten Bogor sudah ada 12 ribu kader Pemuda PUI. Saat ini PUI ingin menuju 2.000 kader pemuda PUI," ucapnya.
Sementara, pelatihan akan diikuti oleh 75 kader Pemuda PUI, 25 Pelajar PUI (Hijar), dan 25 kader Himpunan Mahasiswa (Hima) PUI. "Pelatihan akan berlangsung dua hari, pertama di Tenjolaya dan hari kedua di Kampung Resort Salaca Tenjolaja," tandas Samsi.
Para aktivis Pemuda PUI merupakan muslim kelas menengah terdidik yang memiliki jangkauan jaringan yang luas. Lulusan training ini juga sudah ada duta-duta PUI yang disekolahkan ke luar negeri, seperti Turki.

Pemuda PUI dengan jaringan sekolah-sekolah yang dimilikinya berhasil menanamkan mental persistent, kratif dan semangat kompetisi sehingga menghasilkan lulusan-lulusan terbaik.
Melalui doktrin intisab PUI yang dimiliki antara lain Islam atau perbaikan merupakan jalan perjuangan. Bahwa setiap kader Pemuda PUI sudah terbiasa untuk melakukan perbaikan diri; menambah kapasitas, siap berkompetisi dengan pemuda lain, baik nasional maupun internasional.
Begitu pun memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), bagi Pemuda PUI keterbukaan global ini justru bisa menjadi sebuah peluang. PUI sendiri sudah memiliki banyak kader terdidik yang siap bersinergi lintas negara.

Meski sudah terlatih menjadi aktivis unggulan di kampus, pemerintah diharapkan bisa mempersiapkan program kerja yang riil.
"Masyarakat yang belum siap harus dilatih dengan keahlian yang beragam. Mulai dari usaha keratif (UKM), skill dan wawasan global yang tanpa melupakan nila-nilai Pancasila dan UUD 1945." katanya. (dey)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar